“气候的救星”—棕榈油产业

印尼是万岛之国只有两个季节即雨季和旱季,但凡是过度的事情都并非是好事。比如雨季过大或者过长将导致淹水,种植地泡水导致植物被泡死、主干道路无法行通等问题。如果旱季过热或过长的话也会导致干旱,植物被晒干、水分不足、自燃、等问题。最理想的就是希望气候能温温顺顺,雨季来的刚刚好给植物浇浇水,旱季来的恰到好处能晒一晒补充点维他命。每天的天气上午来点太阳,午间来点雨,晚间清风小吹哈哈哈,能控制每天的天气的话,那有多好啊,不过还是别做白日梦了。印尼无论是雨季和旱季都会有点潮湿,能保持相应的湿度对土地种植是个不错的福利。

主干道路淹水无法正常行通,影响产果过程

那么回主题说说气候变化,全球变暖的问题吧!主要原因是二氧化碳(Co2)排放过多,导致带来许多自然灾难。如:北极冰山融化、水平面升高、干旱、暴风、洪水、气温上升等等。这是目前全球面临比较大的问题,那么对印尼棕榈产业有什么影响呢?以下我们能看到1900年-2000年往后极端天气增多,温度上升。如:厄尔尼诺现象引发的干旱。

(a)温度图表 (b) 厄尔尼诺气候和拉尼娜气候次数图标

但是棕榈油产业一点也不排放气体吗?我们先从棕榈油产业产生的气体排放来讲,棕榈树成长到结果的过程需要运用装载车来运营,自然会有装载车尾气的排放、施肥的排放、加工厂的排放和废水排放。但是这些排放量占总比和其它工业相比,微乎其微。

棕榈油产业简单的过程图

气候的变化对棕榈油产业也是个很大的问题存在,直接的影响就是单产降低。原因是降雨量不均匀,一部分区域降雨量特别大,对棕榈树种植成长条件不好,另一部分降雨量越来越少,导致干旱,对棕榈树种植成长条件也不好。可见以下未来印尼降雨预测图,苏门答腊南部、苏拉维西、西爪哇、巴布亚会比较干旱。而苏门答腊岛大部分、东加里曼丹降雨量会比较大。西、南、中加里曼丹可能还好,不会有太极端的天气所在。

棕榈产业对这气候的变化如何慢慢修复还原呢?棕榈油产业本身有一定的角色存在,它能够减少气体排放。棕榈油产业对气候的改善大致分为四个步骤。

对气候变化减缓和适应的流程图

1、森林管理实践,棕榈园以外的森林保护,当然要对应相应的社区 化。

2、生产的效率,主要是针对施肥,氮磷钾肥(NPK)将排放氮气N2O气体,所以要使用缓释肥料、纳米微生物肥料。或者应用有机物如空果串、棕榈油厂废水、保持地面覆盖植被(对未产果树豆类覆盖作物;对已产果树软蕨、软草),尽量减少使用除草剂,农药和无机肥料等化学物质。

使用空果串覆盖地面

使用空果串覆盖是对湿地的最佳管理,2012年数据显示印尼的湿地面积1490万顷,其中 170万公顷湿地面积用于种植棕榈树(15%的总棕榈树面积约1130万公顷)。82%的湿地面积大部分在苏门答腊岛,其余的加里曼丹岛。

棕榈树种植地采用不同土地质的比例图

泥炭地的优化管理能很大程度上减少气体排放,如排水管理要做好,若没做好将会导致泥炭的流失,进而提高了二氧化碳的排放。

3、可持续废物管理,循环生成再生能源、例如:堆肥、火炭、生物气体

可持续废物管理循环图

4、综合农业系统:间距作物能够在抑制水土流失,保持土壤湿度,增加土壤碳含量以及吸收农业用地的部分碳排放中发挥着重要作用。

除了以上描述的措施中,棕榈园产业在应对气候变化方面还是有一定贡献的。为了减少地球大气中的温室气体,目前有两种方法,即(1)减少地球温室气体的排放(2)从地球空气中回收温室气体。棕榈园在第二种方法中起着很重要作用,油棕植物(和森林植物)具有吸收地球大气中二氧化碳的能力。通过植物的光合作用,地球空气中的二氧化碳将被植物吸收,然后通过新陈代谢分解为碳和氧。然后将碳加工并转化为植物体(根,茎,叶),并以生物材料和燃料的形式,满足人类的需求。同时,氧气被释放到地球大气中供人类呼吸生存。

棕榈园吸收地球大气的二氧化碳和生产可持续的第一代和第二代可再生能源

印尼和欧洲的许多研究人员发现,棕榈生物柴油能使柴油机的温室气体排放量减少62%。它比菜籽油,大豆油和葵花籽油制成的生物柴油生产率更高。

不同类型生物柴油原料对CO2排放的代替品对比图表

这就是棕榈油产业在印尼相对于其他行业具有的优越性,对缓解全球变暖有着举足轻重作用。

Industri KelapaSawit Sebagai Penyelamat Terhadap Perubahan Iklim

Indonesia “Negara Berkepulauan”memiliki 2 musimyakni musim hujan dan musim kemarau, sebenarnya musim seperti ini sangatmendukung industri kepala sawit, tetapi sesuatu yang berlebihan tidaklah halyang baik, seperti hujan yang terlalu besar atau terlalu lama akanmengakibatkan banjir tanaman terandam air dan mati, jalan akses utama tidakdapat diakses, dll. Jika kemarau terlalu panas atau terlalu panjang akanmengakibatkan tanaman kekeringan, gugur, kandungan air tidak cukup, terbakarsendiri, dll. Cuaca yang paling diharapkan adalah cuaca yang tidak ekstrim,musim hujan datangkan hujan dalam jumlah yang pas menyiram tanaman, musimkemarau cuaca panas yang pas untuk menyinari tanaman menambah vitamin. Cuacasetiap harinya pagi cahaya matahari yang sehat, sore-sore hujan sebentar, malamhari angin sepoi-sepoi yang menyenangkan hahaha, alangkah baiknya jika bisamengontrol cuaca setiap harinya, tetapi sudahlah jangan mimpi bolong sianghari. Indonesia sepanjang tahun musim hujan maupun musim kemarau akan merasakansedikit lembab, sebenarnya ini mendukung terhadap tanah penanaman.

Baiklahkita balik ke tema kita perubahan iklim yang identik dengan pemanasan global,faktor utamanya adalah karbondioksida (CO2) yang berlebihan,mengakibatkanbencana seperti : penuaian es kutub, permukaan air laut yang semakin tinggi,kemarau panjang, badai, banjir, suhu yang semakin tinggi, dll. Kondisi inilahyang telah menjadi masalah dan perhatian bersama masyarakat Internasional, kalaubegitu apa pengaruhnya terhadap industri kelapa sawit ? dibawah ini kita bisalihat perubahan iklim yang semakin naik dari tahun 1900 – 2000 dari suhusemakin tinggi dan cuaca yang ekstrim semakin meningkat seperti El-Nino yangterlalu panas atau tidak hujan dalam waktu yang panjang akan sangat berpengaruhterhadap pertumbuhan tanaman.

Berdasarkandata IEA (2014) menunjukan bahwa sumber GHG global sekitar 69% berasalah darisektor energi global, mulai dari proses produksi sampai konsumsi energi fosil,seperti minyak bumi, batubara, gas dan produk turunannya, sedangkan kontribusipertanian dunia hanya menyumbang11 persen yang didalamnya termasuk kebakaranhutan/lahan, emisi gambut dan limbah. Dengan data tersebut, menunjukkan bahwapenggunaan energi fosil merupakan sumber emisi GHG dunia terbesar. Oleh karenaitu untuk mengurangi emisi tersebut, masyarakat dunia harus bersedia menurunkankonsumsi energi fosil atau menggantinya dengan energi-energi beremesi rendah.

Namunapakah industri kelapa sawit sama sekali tidak membuang gas emisi ? Kita mulaidari pembuangan emisi gas yang dihasilkan dari indsutri kelapa sawit, prosesdari pertumbuhan pohon kelapa sawit sampai membuah hasil akan diperlukan mobilpengangkutan yang akan menghasilkan pembuangan emisi gas, dari pemupukan, danbahkan pembuangan dari pabrik mill dan air limbah. Akan tetapi bobot daripembuangan tersebut dibandingkan dengan pembuangan dari industri lain hanyasangatlah sedikit.

Pengaruh perubahan iklim terhadap industri kelapasawit sangatlah besar, secara langsung mempengaruhi tingkat produktivitas yangmenurun. Penyebabnya adalah curah hujan yang tidak merata, sebagian curah hujansangat tinggi mempengarugi pertumbuhan pohon kelapa sawit, dan sebagian curahhujan sangatlah rendah, mengakibatkan kemarau kering, juga tidak baik untukpertumbuhan pohon kelapa sawit.

Dapat dilihat pada prediksi curah hujan diIndonesia pada tahun 2075 – 2099, pada bagian Sumatera Selatan, Sulawesi, JawaBarat dan Papua akan lebih kemarau kering. Dan pada bagian besar Sumatera,Kalimantan Timur curah hujan akan lebih besar. Dan pada bagian KalimantanBarat, Selatan, Tengah perubahan tidakbegitusignifikan, tidak ada cuaca ekstrim.

Makasebenarnya industri kelapa sawit pro atau kontra terhadap perubahan iklim ?Meskipun industri kelapa sawit tidak berperan penting dalam pemulihan perubahaniklim, namun industri kelapa sawit merupakan solusi dan berperan dalammengurangi pembuangan emisi gas. Strategis pencegahan industri kelapa sawit terhadapperubahan iklim adalah upaya mitigasi dan tindakan adaptasi, ada 4 langkah.

1.Penerapan konsep Agroforestry dan ForestManagementPractices,konservasi hutan sekitar perkebunan kelapa sawit, dan tentunya sesuaidengan kultur sosial masyarakat setempat.

2.Efisiensi dari input produksi, terutama padapemupukan NPK menggunakan urea secara langsung menyumbang N2O ke udara, Jadiperlu digunakan pupuk seperti slow release, pupuk nano. Aplikasi bahan organikberupa tandan kosong maupun limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS),mempertahankan vegetasi penutup tanah (pada TBM Legume Cover Crop; pada TM pakis lunak, rumput lunak),minimalisasipenggunaan bahan kimia, herbisida, pestisida, pupuk anorganik.

Best management practice (BMP) di lahan gambut,menurut data tahun 2012 lahan gambut di Indonesia seluar 14.9 juta ha,diantaranya 1,7 juta ha lahan gambut di Indonesia dikelola untuk pengembangankelapa sawit (sekitar 15% dari total luas areal kelapa sawit yang mencapai 11,3juta ha). Dan 82% laham gambut dikelola berada di Pulau Sumatera dan sisanya diPulau Kalimantan.

Maka management pada lahan gambut untukmeminimalisir pembuangan emisi gas, seperti pembuatan drainase yang baik,karena jika jika drainase yang tidak tepat dapat menyebabkan hidrofobisitasgambut dan peningkatatan emisi CO2.Dan pencegahan kebakaran lahan dan penerapanzero burning pada pembukaan lahan baru.

3.Sustainable waste management, secara sirkulasimendaur ulang menjadi energi, kompos, arang aktif dan bio gas.

4.Intergated farming system, tanaman sela mampuberperan dalam menekan erosi, menjaga kelembaban tanah, mengingkatkan karbontanah, dan menyerap kembali sebagian emisi karbon dari lahan pertanian.

Selaindaripada pencegahan yang disampaikan diatas, adapun solusi yang dapat disumbangkandari industri sawit untuk menanggulangi perubahan iklim ini. Untuk mengurangikonsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi hanya ada 2 cara kombinasi yakni(1) menurunkan emisi gas rumah kaca ke udara bumi dan (2) penyerapan kembaligas rumah kaca dari udara bumi. Perkebunan kelapa sawit sangat berperan pentingpada cara kedua tersebut, Tanaman kelapa sawit (maupun tanaman hutan) memilikikemampuan menyerap karbondioksida dari atmosfer bumi. Melalui fotosintesatanaman, karbondioksida yang ada di udara bumi diserap tanaman kemudian lewatmetabolisme dan dipecahkan menjadi karbon dan oksigen. Karbon kemudian diprosesdan dirubah menjadi tubuh tanaman (akar, batang, daun) dan produksi tanamanberupa biomaterial maupun biofuel untuk kebutuhan manusia. Sedangkan oksigendikeluarkan ke atmosfer/udara bumi untuk kehidupan manusia, yang kita hidupsaat menarik nafas.

Berbagaipeneliti di Indonesia maupun di Eropa menunjukkan bahwa dengan menggunakanLife Cycle Analysispenggantian bahanbakar diesel/solar dengan biodiesel sawit akan sangat mengurangi emisi gasrumah kaca dari mesin diesel sekitar 62%. Bahkan lebih tinggi dibandingkandengan perolehan biodiesel berbahan aku minyak rapeseed, minyak kedelai maupunminyak bunga matahari.

Baiklahitulah peran dari industri kelapa sawit yang menjadi Unggulan Indonesia yangberperan dalam penggulangan perubahan iklim. Akan tetapi peningkatanpengetahuan perkebunan rakyat juga sangat diperlukan, 42% dari total 12 juta haareal kelapa sawit Indonesia dimiliki perkebun rakyat, rata-rata produksivitaskebun rakyat adalah 2,4 ton/ha. Karena akses perkebunan rakyat terhadapteknologi, pengetahuan teknik budidaya serta perubahan iklim belum optimal.Maka terhadap perkebun milik negara, milih swasta maupun milik rakyar harusbersama untuk menanggulangi perubahan iklim yang terjadi, agar dapatmeningkatkan kemampuan produktivitas minyak sawit Indonesia.

 

声明:本站部分 章内容系出于传递信息之目的源自于第三方 站转载,行业企业、终端用户投稿。若对稿件内容有任何疑问或质疑,请立即与本 站联系,本 站将迅速给予回应并第一时间做出处理(联系邮箱:jinwei@zod.com.cn)。

赞 (0)

相关推荐

发表回复

登录后才能评论